Senin, 30 November 2009

Mengapa Fluffy Didapat dari "Seorang Pemuda Yunani"?

Fluffy anjing peliharaan Hagrid, penjaga Batu Bertuah setelah anjing itu dipindahkan dari Bank Gringotts.
"Seekor anjing raksasa memenuhi seluruh ruangan antara langit-langit dan lantai. Kepalanya tiga, dengan tiga pasang mata galak yang berputar-putar; tiga hidung yang mengendus-endus ke arah mereka, tiga moncong dengan liur menetes."

Hagrid membeli Fluffy dari "pemuda Yunani yang kutemui di sebuah rumah minum."
Itu masuk akal, karena Fluffy aslinya makhluk magis dari mitologi Yunani yang dikenal dengan nama Cerberus. Ia juga penjaga di sana. Ia menjaga Hades, dunia bawah tanah, tempat jiwa orang-orang yang telah meninggal pergi menuju keabadian. Tugasnya menjaga agar tak ada makhluk hidup mendekat, dan memakan siapa pun yang mencoba kabur dari situ.

CERBERUS DAN HERCULES
Cerberus berperan di mitos Yunani terkenal, dalam kisah mengenai dua belas tugas Hercules. Sang pahlawan Hercules telah ditipu oleh Dewi Hera untuk melakukan kejahatan mengerikan, dan dihukum menjadi pelayan raja jahat selama dua belas tahun.
Sang raja memerintahkan Hercules mengerjakan dua belas tugas yang dianggap tidak mungkin dilaksanakan. Sebagian besar adalah membunuh atau menangkap hewan-hewan buas, seperti Hydra, makhluk berkepala banyak.
Yang terakhir, yang dianggap paling sulit, adalah menangkap Cerberus dari pos jaganya di depan gerbang Hades dan membawanya ke hadapan raja.
Yang menakjubkan, Hercules berhasil melakukannya hanya dengan menggunakan kekuatannya yang luar biasa.



CERBERUS DAN MUSIK
Ada satu orang lagi yang dapat mengalahkan Cerberus, namun bukan dengan otot.
Orpheus, seorang musisi berbakat, berani mendatangi Dunia Bawah Tanah untuk menyelamatkan kekasihnya, Eurydice.
Meskipun tidak mempunyai kekuatan seperti Hercules, ia memainkan lyre-nya untuk menjinakkan Cerberus. Dan berhasil. Ia bisa menyelinap melewati makhluk itu, dan membawa lari Eurydice. Itulah alasannya si pemuda Yunani memberi tahu Hagrid bahwa musik adalah cara untuk menjinakkan Fluffy.


Senin, 23 November 2009

Yeti


Yeti (juga dikenal Bigfoot, Manusia Salju yang Buruk Rupa)
XXXX

Berasal dari Tibet, Yeti dipercaya memiliki kaitan dengan Troll, meski tak seorang pun telah berhasil melakukan pengujian yang diperlukan.
Tingginya mencapai 4,5 meter, sekujur tubuhnya dari kepala hingga kaki tertutup bulu putih yang sangat bersih.
Yeti mengganyang apapun yang berpaspasan dengan mereka di jalanan, namun makhluk ini takut pada api dan mungkin bisa dikalahkan oleh penyihir ahli.

Phoenix

Phoenix
XXXX

Bulunya merah tua, tubuh sebesar angsa, dengan ekor, paruh, dan cakar keemasan.
Phoenix hidup amat lama karena mereka bisa hidup kembali.
Mereka terbakar ketika tubuh mereka melemah dan bangkit kembali dari abunya dalam wujud anak ayam.
Phoenix tak pernah membunuh dan hanya makan tumbuh-tumbuhan.
Phoenix bisa menghilang dan muncul lagi semaunya (seperti Diricawl).
Nyanyian Phoenix bersifat magis, nyanyiannya bisa meningkatkan keberanian mereka yang berhati tulus dan mendatangkan rasa takut pada mereka yang jahat.
Air mata Phoenix memiliki kekuatan untuk menyembuhkan.

Snidget

Snidget
XXXX

Golden Snidget adalah sejenis burung luar biasa langka yang dilindungi.
Tubuh bulat penuh, berparuh tipis dan sangat panjang, dan memiliki mata merah yang berkilau bak permata, Golden Snidget sanggup terbang luar biasa cepat dan mengubah arah dengan kecepatan kemampuan yang hebat, berkat adanya tulang sendi putar pada sayapnya.
Bulu dan mata Golden Snidget harganya sangat mahal dan dulu makhluk ini pernah nyaris punah karena diburu para penyihir.

Untunglah bahaya kepunahan ini diketahui tepat pada waktunya, dan spesies ini pun segera dilindungi.
Faktor paling penting yang mencegah kepunahan itu adalah digunakannya Golden Snitch sebagai pengganti Snidget dalam olahraga sihir Quidditch.
Cagar alam Snidget terdapat di seluruh dunia.

Rabu, 04 November 2009

Type of Wood

Tipe kayu dari tongkat sihir kita dilihat dari tanggal lahir, adalah sebagai berikut.

December 24 - January 20 = Birch (Beth)
January 21 - February 17 = Rowan (Luis)

February 18 - March 17 = Ash (Nion)

March 18 - April 14 = Alder (Fearn)

April 15 - May 12 = Willow (Saille)

May 13 - June 9 = Hawthorn (Huath)

June 10 - July 7 = Oak (Duir)

July 8 - August 4 = Holly (Tinne)

August 5 - September 1 = Hazel (Coll)

September 2 - September 29 = Vine (Muin)

September 30 - October 27 = Ivy (Gort)

October 28 - November 24 = Reed (Ngetal)

November 25 - December 23 = Elder (Ruis)


Puffskein

Puffskein KKM : XX
(tidak berbahaya atau mudah dijinakan)


Puffskein terdapat di seluruh dunia.

Dengan sosok berbentuk bola yang ditutupi bulu lembut berwarna krem, Puffskein merupakan makhluk jinak yang tidak keberatan dipeluk atau dilempar kesana kemari.

Makhluk yang gampang dipelihara ini memperdengarkan bunyi dengung pelan ketika merasa senang.

Dari waktu ke waktu, lidah tipis yang sangat panjang dan berwarna pink keluar-masuk dari balik bulu-bulunya, menelusuri setiap jengkal rumah untuk mencari-cari makanan.

Puffskein hewan pemakan bangkai yang akan melahap apa saja, mulai dari sisa-sisa makanan sampai labah-labah.

Tapi mereka punya kegemaran khusus menempelkan lidah mereka ke hidung para penyihir yang tengah tidur dan menghisap ingusnya.

Kecenderungan ini membuat Puffskein menjadi makhluk paling digemari anak-anak penyihir selama beberapa generasi, dan hingga sekarang tetap merupakan hewan peliharaan yang sangat populer.

Senin, 26 Oktober 2009

Kisah 3 Saudara

Pada zaman dahulu ada tiga saudara, kakak-beradik laki-laki, yang berkelana melewati jalan panjang berliku-liku disenja hari.

Pada waktunya ketiga saudara ini tiba disungai yang terlalu dalam untuk diseberangi dengan berjalan kaki dan terlalu berbahaya untuk diseberangi dengan berenang. Meskipun demikian, ketiga saudara ini menguasai ilmu sihir, maka mereka tinggal melambaikan tongkat sihir mereka dan sebuah jembatan muncul diatas air yang berbahaya itu. Mereka sudah tiba ditengah jembatan ketika ternyata jalan mereka dihalangi oleh sosok berkerudung.

Dan Kematian berbicara kepada mereka. Dia marah telah kehilangan tiga korban baru, karena para pengelana biasanya tenggelam di sungai. Tetapi Kematian licik. Dia berpura-pura memberi selamat kepada ketiga saudara ini atas sihir mereka, dan berkata masing-masing berhak mendapatkan hadiah karena telah cukup pintar untuk menghindarinya.

Maka si sulung yang suka bertempur, meminta tongkat sihir yang lebih hebat daripada semua tongkat sihir yang ada: tongkat sihir yang harus selalu memenangkan duel bagi pemiliknya, tongkat sihir yang layak diterima penyihir yang telah mengalahkan Kematian! Maka Kematian menyeberang ke sebatang pohon elder di tepi sungai, membuat tongkat sihir dari dahan yang menggantung di sana, dan memberikannya kepada si sulung.

Kemudian si tengah, orang yang sombong, memutuskan dia ingin mempermalukan Kematian lebih jauh lagi, dan meminta kekuatan untuk memanggil yang lain dari Kematian. Maka Kematian memungut sebutir batu dari tepi sungai dan memberikannya kepada si tengah, dan memberitahunya bahwa batu itu akan memiliki kekuatan untuk mengembalikan orang yang sudah mati.

Kemudian Kematian menanyai si bungsu, apa yang diinginkannya. Si bungsu ini yang paling rendah hati dan juga paling bijaksana diantara ketiga kakak-beradik ini, dan dia tidak mempercayai Kematian. Maka dia minta sesuatu yang bisa membuatnya melanjutkan perjalanan dari tempat itu tanpa diikuti oleh Kematian. Dan Kematian dengan amat sangat enggan, menyerahkan Jubah Gaib-nya sendiri kepadanya.

Kemudian Kematian menyisih dan mengizinkan ketiga kakak-beradik itu melanjutkan perjalanan mereka, dan mereka pun melanjutkan perjalanan, sambil membicarakan dengan takjub petualangan yang telah mereka alami, dan mengagumi hadiah Kematian.

Pada saatnya ketiga kakak-beradik berpisah, masing-masing menuju tujuan mereka sendiri-sendiri.

Si sulung berjalan kira-kira seminggu lagi, dan tiba disuatu desa yang jauh, mencari penyihir kenalannya, dengan siapa dia pernah bertengkar. Tentu saja, dengan Tongkat Sihir Elder sebagai senjatanya, dia tak mungkin kalah dalam duel yang terjadi. Meninggalkan musuhnya mati di lantai, si sulung menuju tempat penginapan. Di sana dia membanggakan keras-keras kehebatan tongkat sihir yang telah diperolehnya dari Kematian sendiri, dan tentang bagaimana tongkat sihir itu membuatnya tak terkalahkan.

Malam itu juga, seorang penyihir lain mengendap-endap mendatangi si sulung yang sedang terlelap, bersimbah anggur di tempat tidurnya. Pencuri ini mengambil tongkat sihirnya dan, sebgai tambahan, menggorok leher si sulung.

Maka Kematian mengambil si sulung sebagai miliknya.

Sementara itu, si tengah pulang kerumahnya, tempat dia hidup snediri. Dia mengeluarkan batu yang memiliki kekuatan untuk memanggil orang mati, dan memutarnya tiga kali dalam tangannya. Betapa heran dan gembiranya dia, sosok gadis yang dulu pernah diharapkannya untuk dinikahinya, sebelum gadis itu meninggal dalam usia muda, muncul seketika itu juga di hadapannya.

Meskipun demikian gadis itu sedih dan dingin, terpisah darinya seolah oleh sehelai selubung. Walaupun telah kembali ke dunia orang hidup, dia sesungguhnya bukanlah bagian dari dunia itu dan menderita. Akhirnya si tengah, menjadi gila karena kerinduannya yang sia-sia, membunuh diri supaya bisa benar-benar bergabung dengan gadis itu.

Maka Kematian mengambil si tengah sebagai miliknya.

Namun, meski Kematian mencari si bungsu selama bertahun-tahun, dia tak pernah berhasil menemukannya. Barulah ketika telah mencapai usia sangat lanjut, si bungsu membuka Jubah Gaib-nya dan memberikannya kepada anak laki-lakinya. Dan kemudian dia menyalami Kematian sebagai teman lama, dan pergi bersamanya dengan senang, dan sebagai teman sederajat, mereka meninggalkan kehidupan ini.

"Magical Template" designed by Blogger Buster

Free Cursors